Wednesday, March 14, 2012

Anak Haram tanpa Jadah

Istiarahat siang ini, bisa disebut ini bukan istirahat siang...karena saya memutuskan tidak mangkat mbabu karena kawanen dan dapat sarapan gratis telpon setengah jam yang intinya saya mau dipecat kalo terus menerus telat dan tidak masuk :D (gak patheken :p)

Sarapan gratis diikuti dengan list kerjaan tambahan by online yang tentunya saya terima dengan lapang dada sumpah serapah, tapi ya sudahlah...nasipe dadi buruh, dan seiring naiknya matahari sepenggalah...saya memohon kepadaNya dan berjanji "Suatu saat saya harus jadi bos, dan tidak akan menjadi bos seperti dia".

Sambil clingak-clinguk menanti pegawai yang ndak dateng lagi, saya iseng-iseng mbuka internet, searching ini itu untuk menyelesaikan pekerjaan, dan kadang-kadang buka bokep situs yutub untuk memuter campursari musik favorit saya dikala penat.

Oh ya...saya juga suka berforum untuk eyel-eyelan ndak mutu, suka mbaca berita biar tambah pinter, suka ceting hiha hihi ndak jelas biar ndak dikira orang stres, suka otak atik ndak penting untuk memenuhi rasa penasaran.

Disela-sela kesibukan ndobos dengan kawan yang tiba-tiba mak jegaguk dateng dengan muka lusuh, saya iseng-iseng mbuka forum dan threads mengguncang rasa penasaran saya temukan "MK Buka Kotak Pandora Legalitas Zina", yang intinya memperosoalkan keputusan Mahkamah Kosntitusi tentang Anak di Luar Nikah.

"Putusan MK membuka kotak pandora pemikiran dan prilaku sebagian orang melakukan hubungan di luar perkimpoian karena tidak perlu mengkhawatirkan masa depan anak. Terutama kekhawatiran dari pihak perempuan penzina," tukas Ma`ruf, di Gedung MUI, Jakarta, Selasa, (13/3).

Ini petikan berita dari majalah gatra tentang MUI yang mengkhawatirkan keputusan MK sebagai pintu "legalisasi zina", dan ingatan saya terlempar ke kampung jauh disana...

"kamu tahu ndak kalo dia itu anak jadah" temen saya nyrocos tentang status cewek yang kami perbincangkan pagi itu, cewek cakep, smart, dulu selalu rangking satu dikelas kami dan tentunya alim.

"anak jadah?, semacam anak yang dilahirkan dari jadah(penganan dari ketan) gitu ya" tanya saya yang memang pilon dan kapasitas otak DOS.

"dasar katrok, dasar ndak pernah sekolah" lho...temen saya malah marah-marah mendengar pertanyaan saya, "anak jadah itu anak haram, anak yang dilahirkan diluar ikatan pernikahan alias anak zina" "paham ndul?, kalo belum paham sini tak kocoke sek ndas peyangmu kui" dia semakin nrocos setelah saya hanya mlongo.

"lah kenapa dia disebut anak jadah, anak haram? bukankah semua bayi terlahir sama sucinya, dan kenapa dia dinamakan anak haram?" saya agak ndak terima karena saya memang pernah menyukainya :p.

"sesat..anak haram ya anak haram, anak haram itu ndak punya hak waris dari ayah, ndak punya hubungan mahrom dengan ayah, dan hanya dengan ibunya saja dia bermahrom dan punya hak waris, dia lahir karena kecerobohan dan kebodohan orang tuanya yang gampang buka paha sama sama obral manuk tanpa ijab sah, walaupun diwaktu kemudian mereka berdua menikah karena LKMD" teman saya saking semangatnya sampai OOT dan gemrobyos kringetnya.

"kok malah oot to, berarti dalam islam mengenal dosa warisan to, yang salah kan bapak ibunya...kok anaknya yang disebut haram, bukan manuk bapaknya saja yang disegel haram" saya ikutan esmosi juga :D.

"ngene cah bagus..."kalo sudah gini temen saya emosinya sudah tinggi sekali :D "memang sebenarnya sebutan haram atau anak jadah itu ndak ada dalam islam, itu hanya dari orang-orang kita sebagai saknsi sosial kepada yang bersangkutan dan sampai hari ini malah gladrah ndak jelas yang akibatnya malah anak yang kena getah" asep rokoknya tebal terhembus keluar.

"memang sungguh menyakitkan ketika kita yang ndak tahu apa-apa terkena dosa yang dinikmati orang lain, apalagi anak kecil yang memang belum tahu dosa, mendapat stigma buruk dan bisa saja ejekan dan hinaan dari teman sepermainan" "sanksi sosial yang memang pada awalnya ditujukan kepada pelaku agar jera dan menjadi pelajaran bagi yang lain bergeser menjadi bahan olok-olok dan stigma ndak mutu untuk orang yang tak berdosa".

"agama tetaplah agama cah bagus...aturan itu sebagai pagar agar yang lain ndak mencontoh perilaku buruk itu yang berakibat anak turunnya ndak mendapat hak secara agama sebagaimana anak yang terlahir dari rahim pernikahan" nafasnya berat tanda lego.

"okelah kenyataan berbicara seperti itu, trus memang kenapa kalau aku suka sama dia, kamu naksir dia juga ya?" bloon saya memang parah, ndak sensi blas, hampir saya terjengkang terkena jurus kunyuk nyolong jambunya dia.

"kenyataan dia anak haram jadah itu memang ndak banyak yang tahu cah bagus...tapi itu akan sendirinya terbuka kalau kamu jadi menikah dengan dia, karena anak haram jad...

"bocah sableng, kok kamu masih bilang dia anak haram :mad:, bukankah kamu sudah nrocos kalo itu salah gladrah ora jelas" omongan dia tak stop dengan protes sengit saya.

"ok..ok sori mas bro, karena anak hasil hubungan di luar nikah itu walinya ibunya, bukan bapak atau lelaki seperti pada umumnya dan semua orang otomatis tahu kalau akad nikah seperti itu perempuannya anak diluar nikah" "opo bapak ibumu, saudara-saudaramu mau menerima mantunya anak di luar nikah dan anak kakungnya ini mendapat calon istri anak har...eh..di luar nikah", lama otak saya mencerna.

"dan dapurmu sendiripun aku yakin gak setegar itu mau membuang wajah kepada teman-teman saat akad nikah" "inilah sanksi sosial, untuk peringatan bagi yang lain agar jangan sampai melakukan perbuatan terkutuk itu, karena konsekuensinya akan merembet luas bukan hanya kepada pribadi masing-masing pelaku" dia beranjak pergi..sawah tegal menunggu unutuk diolah dengan tangan dia yang perkasa :)

Saya tersadar, sampai sekarang saya belum sepenuhnya memahami ilmu hikmah dari teman mbois saya itu, telpon berdering keras....dan saya ditagih pekerjaan. Sayapun pura-pura sedang diruang perawatan dokter gigi :D

Hubungannya dengan MK, saya ulas di postingan selanjutnya ya...saya sudah lemes ndak bertenaga karena belum makan dan akibatnya tulisannya ndak mutu :kabur:

No comments: